WHAT DO AND DON’T IN SINGAPORE

Singapore adalah negara kecil yang sangat bersih, disiplin dan teratur. Polisi jarang berkeliaran di jalanan, tapi ada hidden camera dimana-mana. Sebagai tamu sebaiknya kita menghormati aturan dalam negara tersebut, agar selama berada di negara tersebut perjalanan kita tidak mengalami kendala.

Larangan selama di Singapore:

  • Merokok di sembarang tempat. Jika Anda merokok di tempat umum akan didenda SGD 1000
  • Membuang sampah bukan pada tempatnya didenda SGD 500
  • Makan/ minum di MRT/public transport atau minum sambil berjalan-jalan akan kena denda SGD 500
  • Jangan menerobos antrian, tindakan ini kategori perbuatan SANGAT TIDAK SOPAN.
  • Jangan mengambil taxi bukan pada tanda khusus. Carilah taxi atau bus sesuai tempat yang diberi tanda dan antrilah sesuai dengan urutan.
  • Jika memesan taxi online, pastikan anda memesan dan menunggu di area pick up khusus yang tersedia di titik-titik tertentu di sepanjang jalan raya
  • Jangan makan permen karet apalagi sambil berjalan-jalan, Anda akan kena denda. Jika dilanggar, siapkan uang SGD 100.000 atau dua tahun penjara. Larangan ini dikarenakan mengunyah permen karet menyebabkan masalah serius mengenai pemeliharaan fasilitas publik di Singapura
  • Di Singapura, Anda tidak diperbolehkan bermesraan apalagi berbuat mesum di tempat umum
  • Menyanyikan lirik lagu kotor akan dikenakan sanksi pidana kurungan hingga 3 bulan atau membayar denda!
  • Bertengkar di tempat umum atau melakukan tindakan kekerasan dikenakan denda sebesar SGD 5000
  • Narkoba atau obat-obatan terlarang ‘haram’ di Singapura. Denda dan hukumannya sangat tinggi.
  • Pasangan homoseksual tidak diterima di Singapura
  • Kebut-kebutan di jalan raya dikenakan denda SGD 5000 atau penjara kurungan selama dua bulan
  • Mengedarkan gambar porno atau pun barang-barang porno lainnya bisa dipenjarakan hingga 3 bulan.
  • Jangan menyeberang sembarangan. Jika dilanggar akan dikenakan denda SGD 500. Menyeberang harus di zebracross dengan menekan lampu GreenMan.
  • Jangan meludah sembarangan. Singapura banyak CCTV yang dipasang untuk mengawasi segala gerak-gerik manusia. Kalau ketahuan melanggar, Anda akan didenda SGD 1000.
  • Lupa ‘flushing’ di toilet umum dikenakan denda SGD 100.
  • Jangan memberi makan hewan liar di Singapura, seperti burung, tupai, monyet, dan lain-lain. Memberi makan hewan liar tetap dilarang meskipun Anda sedang berjalan-jalan di taman atau hutan.

Aturan Penerbangan & Imigrasi :

  • Jangan membawa benda cair lebih dari 100 ml pada bagasi cabin.
  • Jangan membawa gunting/ pemotong kuku/ tongsis di cabin, jika harus membawa benda tersebut sebaiknya Anda membeli bagasi (Jika tiket anda tidak termasuk biaya bagasi)
  • Ketika di imigrasi kedatangan, jawablah pertanyaan petugas dengan sikap wajar, jangan berlebihan, jangan bercanda. Sikap serius lebih baik.
  • Dilarang mengambil gambar di area pemeriksaan imigrasi dan ikuti seluruh perintah petugas dengan tertib.
  • Ada 4 jenis jalur antrian pemeriksaan imigrasi. For Singapore Passport Holder, For All Nationalities, For ASEAN Citizen, For Adults with Children and other Special Needs. Jika jalur antrian For ASEAN Citizen dibuka, manfaatkan jalur tersebut. Biasanya lebih sedikit antriannya dibanding jalur For All Nationalities
  • Ketika pemeriksaan imigrasi sebaiknya buka topi dan kacamata
  • Baca itinerary selama di Singapore sebelum keberangkatan. Catat dimana Anda akan menginap dan pulang dengan pesawat apa. Ini penting karena kadang-kadang petugas imigrasi iseng menanyakan. Jika kita menjawab salah, kita bisa diinterogasi.

Anjuran selama di Singapore :

  • Bawalah colokan / charger kepala tiga ( international ) untuk jaga-jaga karena tidak semua hotel menyediakan colokan dua lobang.
  • Sediakan uang dollar Singapore secukupnya sejak keberangkatan sebagai langkah jaga-jaga jika dibutuhkan. Jika diperlukan belanja lakukan dengan debit atau ambil uang tunai di ATM.
  • Bawalah uang cash secukupnya saja selama berjalan-jalan.
  • Pastikan passport selalu Bersama Anda. Miliki file foto.passport di email anda
  • Jika berjalan sendirian tanpa Tour Leader, usahakan membawa kunci kamar, jika suatu saat ingin kembali ke hotel dan lupa nama hotelnya, bukalah kunci kamar.
  • Saat Anda menggunakan eskalator harus berdiri di sisi kiri dan sisi kanan harus dikosongkan. Sisi kanan eskalator digunakan oleh orang-orang yang berjalan di eskalator.
  • Saat menunggu MRT, Anda harus berdiri di sisi kiri atau kanan pintu kaca. Anda tidak boleh berdiri di tengah di depan pintu yang akan terbuka, karena akan menghalangi orang-orang yang akan keluar dari MRT. Anda harus menunggu semua orang keluar terlebih dahulu, baru boleh masuk ke dalam MRT. Dilarang mepet badan orang atau dorong-dorongan. Hati-hati karena jika terlalu mepet ke badan orang. Jika orangnya tidak suka Anda bisa dilaporkan dengan tuduhan pelecehan seksual.
  • Di setiap stasiun MRT tersedia vending machine khusus menjual kartu berisi saldo untuk naik MRT.
  • Di negara mana pun pasti ada tempat duduk khusus dalam kendaraan umum yang diperuntukkan bagi mereka yang berkebutuhan khusus (orang cacat, orang hamil, manula, anak kecil). Orang Singapura kebanyakan lebih suka berdiri daripada menempati tempat duduk khusus yang sedang kosong
  • Antrian toilet di Singapura tidak berdiri di depan pintu masing-masing toilet. Anda harus mengantri berdiri satu-satu memanjang ke belakang di pangkal gang toilet. Jika ada orang yang keluar dari salah satu toilet maka orang di antrian paling depan yang masuk ke toilet tersebut.
  • Umumnya tempat sampah di Singapura memisahkan antara sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Ada tiga tong sampah sesuai jenisnya yaitu kaleng, kertas, dan plastik. Buanglah sampah sesuai dengan jenisnya.
  • Restoran di Singapura pelit memberikan tissue. Jarang sekali ada tissue di meja restoran. Kalau pun ada tissue biasanya tidak gratis. Harga tissue dimasukkan langsung ke dalam tagihan makanan kita. Jadi jangan lupa membawa tissue sendiri daripada susah saat perlu tissue.
  • Jika Anda makan di food court atau hawker center dan kondisi sedang penuh, Anda jangan langsung duduk di meja yang kosong. Lihat dulu apakah ada benda di atas meja tersebut. Orang Singapura biasa mereservasi atau kita bilang “ngetekin (ngetag)” tempat dengan menaruh barang-barang seperti pocket tissue, sapu tangan, payung, kaca mata, kartu MRT, dan lain-lain
  • Trotoar di Singapura terbagi dua bagian. Satu sisi untuk pejalan kaki dan sisi lainnya untuk pengguna sepeda atau skuter. Di Singapura hampir tiap orang punya sepeda. Parkiran sepeda pun tersedia di mana-mana. Jika Anda berjalan di trotoar, pilihlah bagian untuk pejalan kaki.
  • Jangan buang uang kecil (cent/sen) di Singapura. Uang recehan atau koin sama berartinya dengan uang nominal besar. Beda dengan di Indonesia, uang Rp. 25 atau Rp. 50 tidak ada yang mau menerima. Di Singapura tidak ada orang yang menolak uang kecil.
  • Ada banyak nama teh di Singapura, seperti hot tea, teh O, dan teh O kosong (dibaca huruf O bukan nol). Orang Singapura biasa minum teh atau kopi dicampur dengan susu seperti di Malaysia. Jika Anda memesan dengan kata “hot tea” atau “hot coffee”, mereka akan memberikan Anda teh susu atau kopi susu. Jika Anda mau teh manis atau kopi manis tanpa susu, Anda harus mengatakan “teh O” atau “kopi O”. Arti dari O adalah tanpa tambahan susu. Jika ingin memesan teh pahit, Anda bilang “teh O kosong” yang artinya teh tanpa susu dan gula.
  • Jika Anda membeli makanan di kedai atau food court, Anda akan selalu ditanya mau makan di tempat atau dibungkus. Makanan yang dibungkus biasanya dikenakan biaya tambahan sebesar SGD 0.20 (20 sen). Sebaiknya Anda bilang “having here” (makan di sini) atau “take away” (dibawa pulang/dibungkus).
  • Singapura sangat menjaga keselamatan warganya dengan memasang lampu petir di kolam renang (lightning alarm). Lampu itu akan menyala dan berbunyi sebagai tanda Anda harus keluar dari kolam renang dan mencari tempat perlindungan. Hal ini terjadi jika langit terlihat mendung.
  • Jika naik bus umum, Anda harus naik lewat pintu depan dan menempelkan (tap) kartu pembayaran bus (Kartu MRT bisa dipakai untuk membayar bis) di mesin dekat pintu. Jika turun dari bus, Anda harus lewat pintu tengah dengan menyetuhkan kartu Anda lagi ke mesin sebelum keluar. Jika ingin turun dari bus, Anda harus menekan bel (ada di tiang-tiang dekat tempat duduk) sebelum mendekati halte tujuan Anda. Jika mendadak menekan bel, supir tidak mau berhenti.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Us