Bagi pasien yang sedang menjalani program imunoterapi alergi, konsistensi adalah kunci utama keberhasilan. Terapi ini membutuhkan jadwal rutin selama 3 hingga 5 tahun agar sistem imun dapat beradaptasi dengan baik. Namun, muncul dilema ketika jadwal penyuntikan atau konsumsi dosis sublingual bertepatan dengan kondisi tubuh yang sedang menurun, seperti saat terserang flu, batuk, atau demam.
Pertanyaan mengenai apakah terapi boleh dilanjutkan saat sakit bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut aspek keamanan medis. Dalam perspektif imunologi, memberikan paparan alergen tambahan saat sistem imun sedang sibuk melawan infeksi virus atau bakteri dapat memicu respons yang tidak diinginkan.
Mengapa Dokter Biasanya Menyarankan Penundaan?
Secara umum, konsensus medis menyarankan agar pemberian imunoterapi alergi ditunda hingga kondisi tubuh kembali pulih sepenuhnya. Ada beberapa alasan medis yang mendasari protokol ini:
Sistem Imun yang Sedang “Sibuk”: Saat Anda flu, sistem kekebalan tubuh sedang dalam kondisi siaga tinggi. Menambahkan alergen ke dalam tubuh melalui imunoterapi suntik atau sublingual dapat memicu reaksi alergi yang lebih kuat dari biasanya.
Kesulitan Memantau Efek Samping: Gejala flu seperti sesak napas atau lemas dapat menyamarkan tanda-tanda efek samping imunoterapi yang berat (anafilaksis). Jika terjadi reaksi negatif, dokter akan sulit membedakan apakah itu disebabkan oleh sakitnya atau oleh terapinya.
Risiko Serangan Asma: Bagi pasien yang memiliki asma alergik, infeksi saluran napas atas (seperti flu) meningkatkan sensitivitas paru-paru. Memberikan dosis imunoterapi saat paru-paru sedang meradang dapat memicu serangan asma akut.
Protokol untuk Imunoterapi Suntik (SCIT)
Jika Anda menjalani imunoterapi suntik di klinik atau rumah sakit, sangat penting untuk berkomunikasi dengan tenaga medis sebelum tindakan. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik singkat.
Jika ada demam: Suntikan hampir dipastikan akan ditunda hingga suhu tubuh normal setidaknya selama 24 jam.
Jika hanya gejala ringan: Seperti batuk kecil tanpa demam, dokter mungkin tetap memberikan suntikan namun dengan penyesuaian dosis yang lebih rendah guna menjaga keamanan.
Jadwal yang Terlewat: Jangan khawatir jika harus melewatkan satu jadwal karena sakit. Dokter spesialis akan menyesuaikan kembali jadwal Anda tanpa harus mengulang terapi dari awal.
Protokol untuk Imunoterapi Sublingual (SLIT)
Berbeda dengan suntikan, imunoterapi sublingual dilakukan secara mandiri di rumah. Namun, aturan keamanannya tetap sama ketatnya.
Luka di Mulut: Jika flu Anda disertai sariawan atau luka pada gusi, dosis sublingual harus dihentikan sementara. Luka terbuka dapat mempercepat penyerapan alergen secara sistemik dan meningkatkan risiko alergi berat.
Gejala Pencernaan: Jika sakit Anda disertai mual atau muntah, penyerapan obat tidak akan maksimal, sehingga lebih baik ditunda.
Konsultasi Jarak Jauh: Selalu hubungi klinik Anda untuk menginformasikan bahwa Anda sedang sakit dan menunda dosis harian.
Risiko Menjalankan Imunoterapi Saat Sakit
Mengabaikan kondisi fisik dan tetap memaksakan dosis dapat memperbesar risiko imunoterapi. Reaksi yang mungkin muncul meliputi pembengkakan yang lebih parah di area suntikan, gatal-gatal di seluruh tubuh, hingga penyempitan saluran napas. Dalam medis modern, prinsip kehati-hatian selalu diutamakan guna meminimalkan risiko anafilaksis yang mengancam nyawa.
Kapan Anda Boleh Memulai Kembali Terapi?
Anda bisa kembali melanjutkan imunoterapi alergi setelah gejala infeksi hilang sepenuhnya. Kriteria umumnya adalah:
Bebas demam minimal selama 24–48 jam tanpa bantuan obat penurun panas.
Tidak ada sesak napas atau mengi yang aktif.
Luka atau iritasi di area mulut sudah sembuh (khusus pengguna SLIT).
Kesimpulan
Menunda sesi imunoterapi alergi selama beberapa hari karena flu tidak akan merusak keberhasilan terapi jangka panjang Anda. Sebaliknya, memaksakan terapi saat sakit justru membahayakan keselamatan Anda. Keamanan adalah prioritas utama dalam setiap tahapan desensitisasi imun.
Informasi ini bersifat edukasi umum. Karena kondisi setiap pasien unik, sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi-imunologi yang menangani Anda sebelum mengambil keputusan mengenai dosis pengobatan Anda.
Tentang Padmatour Organizer
Padmatour Organizer™ merupakan penyedia layanan perjalanan dan event organizer berpengalaman yang mengutamakan kenyamanan standar tinggi untuk wisata dan event korporasi. Mendukung kebutuhan medical tourism, Padmatour Organizer™ menghadirkan pilihan paket perjalanan dengan lingkungan yang terjaga untuk memastikan pengalaman Anda tetap nyaman dan bebas dari gangguan alergi. Kami berkomitmen memberikan layanan yang mendukung pemulihan kesehatan Anda agar setiap momen perjalanan menjadi lebih berkesan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket perjalanan dan promo wisata medis, silakan hubungi tim Padmatour Organizer™ melalui WA 08113000227

